#EmbraceYourBetterSelf, healthy lifestyle

3 Teladan R.A. Kartini yang Bisa Dicontoh Wanita Millenial

Hai Teatoxers! Apa kamu lahir di antara pertengahan tahun 1980 sampai akhir tahun 1990an? Jika ya, berarti kamu termasuk generasi millenial! Sebagai generasi millenial, apa kamu sadar kalau banyak sekali perbedaan generasi ini dan generasi terdahulu, terutama bagi wanita? Misalnya, wanita millenial jaman sekarang bisa bebas mengejar pendidikan dan karir. Tentu saja ini tidak mungkin dilakukan di jaman dulu, dan kita patut berterima kasih pada R.A. Kartini, salah satu penggerak emansipasi wanita terbesar di Indonesia. Walaupun kita sekarang berada di era yang sangat berbeda, masih ada banyak hal yang bisa kita para wanita millenial bisa pelajari dan teladani dari R.A Kartini!

1. Menerima perbedaan

Biarpun Kartini dilahirkan di keluarga ningrat, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan menerima semua orang, tanpa memedulikan kasta sosial, gender, dan suku etnis. Kartini percaya bahwa perbedaan itu seharusnya tidak menghalangi kita untuk peduli pada sesama. Di jaman sekarang, apa sayangnya kalian pasti masih sering melihat konflik dan perpecahan hanya karena perbedaan. Sebagai wanita millenial, yuk contoh sikap Kartini yang tidak memandang perbedaan!

Menemukan-jati-diri

2. Menemukan jati diri

Sejak usia belia, Kartini tidak mau pola pikirnya dikekang norma sosial yang sudah ditetapkan. Ia percaya jati dirinya sebagai wanita itu lebih dari sekedar dipinang dan tinggal di rumah. Ia terus melakukan hal yang ia suka, yaitu belajar dan menulis, serta memperjuangkan hak wanita. Di era millenial ini, hidup wanita tidak lagi sesulit di masa Kartini. Seharusnya, kebebasan kita untuk belajar, bekerja, dan mengejar passion kita, justru mendorong kita untuk mencapai cita-cita dan hidup sesuai jati diri kita sesungguhnya! Jika Kartini saja bisa melakukan itu di jamannya, tentulah kita sebagai wanita millenial yang lebih bebas pun bisa.

3. Membawa dampak

Salah satu sifat Kartini yang patut dikagumi adalah bagaimana ia melihat isu di kehidupan masyarakat dan bertekad untuk mengubahnya. Ia mengkritik sistem pendidikan pada jamannya yang hanya memperbolehkan pria untuk belajar. Lewat surat-suratnya, ia pun mengungkapkan keresahannya terhadap budaya yang mengharuskan wanita tinggal di rumah saja. Dari dampak yang ia bawa, kita pun bisa menikmati hidup yang lebih baik! Sebagai wanita millenial yang lebih open-minded dan kritis dari generasi terdahulu, kita juga bisa membawa dampak positif dimanapun kita berada, meskipun hanya dimulai dari hal sederhana.

Mungkin ketiga contoh ini terkesan sulit untuk diikuti, tapi kita bisa mulai menerapkannya di kehidupan sehari-hari, lho! Dengan menjadi lebih baik hati dan menerima perbedaan, mengejar passion kita, dan menjadi lebih peka terhadap masalah di sekitar kita, kita sudah meneruskan teladan yang ditinggalkan Ibu Kartini.

Yuk jadi Kartini-Kartini muda di era millenial ini!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *